Halal Haram Solaria by IlHabibi

bismillah..

disalin dari: http://ilhabibi.com/halal-haram-solaria/

Entah kenapa situsnya drop, dan langsung ke halaman utama hoster…. *ternyata melebihi batas penggunaan CPU – mungkin karena banyak yang akses..*

ini versi PDF-nya kalau perlu di-print atau di-share: Halal Haram Solaria – Ilhabibi-s life journal

tanggapan dari solaria mengenai isu tersebut: http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/436708-bagaimana-isu-minyak-babi-menghantam-restoran-solaria

kalo alamat gak bisa diakses, coba ke sini: http://www.gaptekupdate.com/44596/bagaimana-isu-minyak-babi-menghantam-restoran-solaria/

atau unduh PDF-nya di sini: Bagaimana Isu Minyak Babi Menghantam Restoran Solaria_ – Berita Terkini _ Gaptek Update

hanya ingin menegaskan… yang tidak ada label “halal” dari MUI belum tentu “haram”.
dan saran pribadi.. berhentilah menyebarkan berita yang sumbernya dari arrahmah itu dan dianggap sebagai fakta olah fimadani.

=========================================================

Halal Haram Solaria

By  on 3 August, 2013

Suatu siang di hari Jumat, tiba-tiba si Nyonya bilang “A, Solaria itu ga halal loh, ini baru dapet Broadcast dari temen-temen”. Saat itu respon saya balik bertanya “Masa sih?”. Lalu dijawab kembali “Iya, soalnya katanya pake angciu sama minyak babi”. Saya pun mengerenyitkan dahi, lalu berujar “Ya kita liat aja nanti beritanya, tunggu klarifikasi resmi. Lagian kita kan jarang juga makan disitu, mahal, hahaha”. Lalu saya pun kurang begitu memperhatikannya.

Sampai dengan malam ini, saya melihat status facebook dari seorang teman yang menshare sebuah screenshot dari akun path seseorang yang isinya seperti dibawah ini (*pas kebeneran ga itikaf karena belum fit :D )

Path_Solaria

mengundang saya untuk lebih jauh untuk meneliti kebenarannya. Saya pun jadi teringat status facebook seorang teman yang mengatakan bahwa Solaria ternyata tidak halal. Bagi saya pernyataan ini sangat sensitif, kenapa, karena jika saja ternyata terbukti Solaria selama ini menyajikan makanan yang halal, pemahaman keliru ini berarti sebuat tuduhan yang keji. Terlalu mudah bagi orang-orang untuk menjudge tanpa meneliti lebih dalam validitas informasinya.

Nah, disini saya coba menelusuri bagaimana informasi ini tersebar dan dari mana asalnya, sehingga kita bisa menilai isu ini dengan lebih objektif. Dari status path diatas, tertera sumber informasi berasal. Saya pun coba mencari akun twitter @dianfitriani. Di bawah ini adalah akun @dianfitriani.

DianFitriani_Akun

 

Akun ini saya capture hari ini juga. Lalu saya mencari di timeline @dianfitriani yang berhubungan dengan pernyataanya tentang restoran Solaria,

DianFitriani_Conv2

Dari percakapan ini ada pernyataan tersirat bahwa @dianfitriani bukanlah orang yang mem-broadcast berita tersebut, disisi lain ia membenarkan pernyataan di path tersebut namun pernyataannya tersebut hanya dibagikan kepada hanya seorang teman via aplikasi whatsapp. Tersebarnya broadcast itu pun diluar sepengetahuan @dianfitriani. Tweetnya yang mengandung kata “Innalillahi” memberi kesan bahwa isu ini diluar kendalinya dan tidak menginginkan isu ini terjadi.

Penelusuran saya tidak berhenti disini, tweet @dianfitriani kemudian ada yang menarik, ia me-retweet kicauan dari temannya. Rupanya temannya inilah yang mem-broadcast isu solaria disinyalir menggunakan angciu dan minyak babi serta belum memiliki sertifikasi halal dari MUI. Berikut ini hasil retweet dan tweet temannya dengan akun @rnysetia.

DianFitriani_RT

rnysetia_akun

rnysetia_klar

@rnysetia disini mencoba mengklarifikasi bahwa @dianfitriani bukanlah orang yang menyebarkan broadcast, namun dirinya. Alasan membawa @dianfitriani adalah bawah ketika ia men-share disuatu group whastapp yang ia ikut, ia diwajibkan untuk mencantumkan sumbernya. Hal yang menarik adalah ditemukan fakta bahwa @dianfitriani bukan orang pertama yang mendapatkan informasi tentan Solaria tersebut, masih ada orang lain yang sayangnya tidak pernah disebutkan.  Yang mengecewakan selain bahwa tidak bisa ditelusuri kebenaran informasinya juga pernyataan bahwa menurut @rnysetia @dianfitriani pun tidak tahu alasan kenapa Solaria ga halal. -__-’ . Padahal jelas-jelas dari broadcast, informasi tersebut tersebar dengan menyertakan angciu dan minyak babi sebagai alasan kenapa Solaria diragukan kehalalannya. *ngok.

Dan lebih mengecewakan lagi, isu sensitif ini seolah-olah dilemparkan tanggung jawabnya kepada akun @halalcorner. -__-’. Bahkan ketika ada orang dengan akun @beningtirta pun punya informasi bahwa pemilik Solaria menjamin halal, @rnysetia pun tidak bisa meyakinkan informasinya lah yang benar. -__-’.

rnysetia_halal

Hasil penelurusan ke http://myhalalcorner.com/ yang menurut informasi adalah tempat informasi makanan dan minuman halal ternyata situsnya tidak bisa diakses karena “Bandwidht Limit Exceeded”. Mungkin akibat isu ini jadi banyak orang yang mengakses situ tersebut lalu mengakibatkan over bandwidht. Dari akun twitternya @halalcorner, akun ini hanya memberikan link ke http://health.liputan6.com/read/655519/mui-solaria-belum-bersertifikat-halal yang isinya adalah bahwa Solaria belum mengantungi sertifikasi halal. Tidak ada pernyataan langsung dari akun tersebut bahwa Solaria menggunakan angciu dan minyak babi.

Saya pun mencoba googling ke situs-situs berita di Indonesia mengenai isu ini. Hasilnya beberapa link menyajikan informasi senada bahwa MUI belum mengeluarkan sertifikasi halal kepada Solaria. Ada satu link yang menarik buat saya yaitu http://www.tempo.co/read/news/2013/08/02/090501865/Solaria-Baru-Akan-Urus-Sertifikasi-Halal. Ada pernyataan menarik di bawah ini.

Menanggapi ini, Dedi memastikan bahwa perusahan tidak pernah berkecimpung di bisnis franchise. ”Kami tidak pernah menawrkan franchise, perusahaan ini masih di bawah satu kepemilikan,” katanya.

Dedy adalah manager operasional Solaria. Pernyataan ini menjadi kontradiktif dengan isu yang berkembang, seperti yang ada di pernyataan path dia atas bahwa ada kejadian seseorang yang ingin membeli franchise Solaria. Hmm..menarik yah. :D

Dari fakta-fakta yang saya telusuri ada beberapa concern saya terhadap masalah ini.

  • Banyak status, ataupun tanggapan yang bernada bahwa Solaria itu tidak halal. Contohnya adalah dari teman saya, dan mungkin masih banyak yg lain. Pernyataan belum halal merupakan bahasa halus bahwa saat ini haram karena statusnya hanya ada dua, haram atau halal, tidak ada ditengah–tengahnya. Padahal faktanya adalah MUI belum mengeluarkan sertifikasi halal kepada Solari yang mana berarti belum tentu Solaria haram juga belum tentu Solaria itu halal. Semua akan terbukti setelah adanya sertifikasi halal dari MUI.
  • Pernyataan dari Dedy, manager operasional Solaria yang menyatakan bahwa Solaria tidak berbentuk franchise sangan kontradiktif dengan isu yang ada. Isu yang ada berawal dari sesorang yang ingin ber-franchise dengan Solaria. Informasi tersebut jadi cenderung tidak valid. Dari segi validitas tentu lebih valid pernyataan seorang Dedy yang jelas-jelas manager operasional Solaria dibandingkan dengan informasi yang bahkan sumber utamnya tidak pernah disebutkan.
  • Kecenderungan penggiat dunia maya terlalu mudah untuk men-judgeBroadcast dan berita lebih banyak ikut-ikutannya daripada mencoba mencari kebenarannya terlebih dahulu. Ini sangan membahayakan karena bisa saja isu yang berkembang merupakan informasi yang sengaja menyesatkan seperti propaganda suatu isu oleh kepentingan tertentu. Jika dibiasakan seperti ini, masyarakan maya Indonesia akan menjadi sasaran empuk para agen propaganda untuk menggiring kepada pemahaman tertentu yang tidak terjamin kebenarannya.
  • Dari @dianfitria dan @rnysetia bisa diambil pelajaran bahwa harus hati-hati dalam menyikapi sebuah informasi sebelum menyebarkannya ke dunia maya. Bahkan menurut saya @rnysetia tidak bertanggungjawab akan perbuatannya, kenapa, karena ia tidak mengecek apakah @dianfitria merupakan orang yang memang menyaksikan langsung informasi tersebut sehingga kebenarannya bisa dipertanggunjawabkan. Bahwa ia menyatakan bahwa @dianfitria tidak tahu kenapa Solaria ga halal itu sangat tidak etis setelah ia menyebarkan informasi sebelumnya. Bisa dibayangkan jika hal tersebut tidak benar, Solaria merugi, karyawan dipecat, berapa banyak orang yang harus dikorbankan.
  • Alangkah lebih bijaknya apabila ada pernyataan yang meluruskan bahwa MUI saat ini belum mengeluarkan sertifikasi halal untuk Solaria, belum pasti bahwa Solaria haram atau halal, untuk berhati-hati sebaiknya masyarakat muslim Indonesia menahan diri terlebih dahulu sampai sertifikasi halal dikeluarkan. Merujuk pada hukum islam, jika tidak tau ya tidak apa-apa, lebih baik berhati-hati dalam segala sesuatu, namun dari pernyataan Dedy, logikanya, betapa gegabahnya jika ia menjamin halal padahal tidak, nama Solaria yang ia pertaruhkan. Pernyataannya cenderung benar.

Itulah beberapa concern saya terhadap isu Solaria ini, semoga kita bisa menilainya dengan objektif. Sebagai catatan saya tidak ada hubungannya dengan Solaria, jadi tulisan ini murni dari pemikiran saya terhadap fakta-fakta yang saya temukan. Saya hanya berharap masyarakan maya Indonesia lebih bijak lagi dalam mengahadapi isu-isu sensifit, tidak mudah terprovokasi apalagi mudah tergiring pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

=======================================================

  • Amy

    yang tidak ada label “halal” dari MUI belum tentu “haram”. akan tetapi menghindari keragu-raguan lbh baik. :)

    • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

      tapi mengajak orang pada kebaikan dengan jalan kebohongan dan fitnah… itu sudah jelas2 haram.

  • Yosefat

    inilah fenomena pemuda pemudi Indonesia masa kini. Main telan mentah-mentah semua informasi dan tanpa tanggungjawab menyebarkannya. Parah!

    • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

      yup, sudah kebiasaan kebanyakan manusia tampaknya.. gak cuma Indonesia kok
      kita hanya bisa saling mengingatkan

  • Satriyo

    yaa berdasarkan sumber2,, perlu lebih banyak pemuda seperti Anda di Indonesia, yg mau menelisik lebih jauh ttg suatu masalah, tidak hanya langsung menentukan bahwa itu adalah A dan B.

    • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

      um.. bukan saya yang menuliskan penjelasan di atas, saya hanya sekedar repost karena sumber aslinya tidak dapat diakses.

  • dedy nugrahadi

    Solaria, bukan resto waralaba, solaria adalah merek dagang asli indonesia dan dimiliki sepenuhnya oleh PT. sinar solaria, dan belum di franchise kan, belum dikelola bersamakan dengan perorangan ataupun investor dan peminat jadi bila ada yg mengaku sebagai franchisee (terwaralaba), adalah tidak benar dan pemutar balikan fakta, saya mengetahui itu persis (haqul yakin) krn saya kebetulan adalah operasional manager solaria. Saat ini sdh *85 * store yg di audit oleh LPPOM MUI (Majelis Ulama Indonesia) DKI untuk sertifikasi produk jadinya dan dalam inspeksi tidak diketemukan/dijumpai zat, barang dan apapun yg di larang oleh umat muslim. terima kasih atas perhatian, support dan saran2nya

    • Badrus Zaman

      Maaf, saya mau tanya, kenapa di Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_waralaba_rumah_makan), Solaria dimasukkan daftar waralaba rumah makan di Indonesia? Di alamat ini juga: http://bursafranchise.com/restoran-solaria-waralaba.htm?

      • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

        Wikipedia bs diedit siapa aja.. jadi gak bisa jadi patokan mutlak.
        Dalam penulisan thesis atau paper, gak boleh merujuk ke wikipedia.

        soal bursafranchise.com , entahlah siapa yang nulis. Gak bisa dipegang sebagai rujukan valid juga.

        • Badrus Zaman

          Kalau majalah bagaimana? Di majalan Kompetisi (Media Berkala Komisi Pengawas Persaingan Usaha) edisi 16 tahun 2009 halaman 20 ada tulisan dari Staf Subdirektorat Pranata Hukum Direktorat Kebijakan Persaingan KPPU-RI yang menyebutkan contoh waralaba makanan dan minuman adalah Solaria. Silakan dibaca di http://www.kppu.go.id/docs/Majalah%20Kompetisi/kompetisi_2009_edisi16.pdf

          • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

            bisa jadi salah tulis.. cuma disebut sekali.

            bayangkan gini, kalau ada yang gosipin anda gay, dan banyak beredar cerita tentang bagaimana anda adalah gay, kemudian banyak orang berpikir anda gay.. lalu anda menjawab anda bukan gay, mana yang harus saya percaya?

        • Badrus Zaman

          Di http://www.jpnn.com/read/2013/08/03/184770/Solaria-Bantah-Gunakan-Minyak-Babi- juga ada pernyataan bahwa Solaria adalah franchise.

          • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

            sudah coba cari yang menyatakan solaria bukan franchise?
            semisal ini.. http://rajapresentasi.com/2012/05/strategi-pemasaran-rumah-makan-restaurant-solaria/

            tertulis ini:
            “2. Solaria merupakan bisnis yang tidak mau diwaralabakan atau franchise.
            Selain pada strategi pemasaran Solaria yang coba mengambil langkah yang berbeda, pemilik Solaria menolak banyak pihak yang ingin meminta franchise bisnis Solaria padanya, dengan alasan bahwa nantinya akan sulit mengontrol mutu perusahaan franchise tersebut.”

            =====================================
            di kalimat ini, bisa jadi si Sri itu salah paham..
            “Mengenai sertifikat halal, Sri mengatakan menajemen pusat PT Sinar Solaria yang punya tanggung jawab. “Menjadi tanggung jawab pusat, kami kan franchise,” ujarnya.”

          • Badrus Zaman

            Pemilik Solaria misterius. Ada yang sengaja hendak disembunyikan?

          • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

            misterius apanya sih?
            datengin aja kantornya langsung
            gak usah maksa deh

          • Badrus Zaman

            He..he..he.. cool bro. Misteriusnya di kutipan ini: “Konon kabarnya, pemilik Solaria yang tak mau jati dirinya diekspos…” Pakai kata “konon” dan “tak mau jati dirinya diekspos”. Itu kan misterius namanya. Coba cari berita tentang pemilik Solaria, semua menyatakan tidak mau disebutkan jati dirinya. Misterius gak?

          • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

            itu pake konon kan ya.. jadi gosip lagi deh.. haha. senangnya kita ghibah dan fitnah

            kalo emang kepo banget, ya tadi itu, datengin aja kantor pusatnya

      • Setia

        di wikipedia itu jg di tulis sate khas senayan di franchise…??

  • snow

    Koki solaria jg plgn muslim jg, mn mungkin sih tega masak mknan non halal buat pemeluk muslim lainnya.. sejujurnya org mkn di solaria bkn krn enaknya kok, solaria lebih dikenal org sbg restauran termurah dlm mall hehe.. dan porsinya yg byk.. skrg klo gw blg mcdonald mengandung babi kalian jg percaya?

  • xuelianchi

    hahahah…ketauan banget semuanya cuma fitnah aja. biasalah banyak banget isu kaya gini, gw yakin itu kerjaan orang2 sirik/iri/dengki dgn kesuksesan solaria lalu mereka bikin fitnah2 macem bgitu. pengecut banget.

  • Setia

    Kenapa gak ada yg konfirmasi langsung ke Dosen akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono, Ph.D. yang diceritakan http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html sebagai sumber biang solaria haram?

    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf
    Dosen
    akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono,
    Ph.D – See more at:
    http://www.arrahmah.com/news/2013/08/26/solaria-haram-arogan.html#sthash.j0yQABvU.dpuf

  • Dira

    Whoa, ya ampun.. sampe sempet takut ke solaria gara2 berita haram itu.. kaget lho, maaf aja deh udah sempet share ke 1 group fb.. hampura.. Kalo gini kan ga khawatir, tinggal nunggu aja turun gak label halalnya dari MUI..

  • Mas Cel

    Kenapa Solaria tidak berinisiatif mengurus sertifikasi halal dari MUI sejak dulu ? Padahal resto2 besar yg setara Solaria seperti McD, KFC, Hokben, Bakmi GM, dll udah memiliki sertifikat halal tsb. Apakah ini menunjukkan bahwa manajemen Solaria TIDAK MEMILIKI ITIKAD BAIK dalam berbisnis makanan di tengah masyarakat yg mayoritas muslim ini ???

    So, kalo benar skrg Solaria sudah berniat untuk mengurus sertifikasi halal MUI tsb maka bisa jadi itu sbg dampak pemberitaan negatif yg beredar. Hal itu bagus sbg pelajaran bagi pihak2 yg belum menghargai konsumen di Indonesia yg mayoritas muslim ini

    • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

      sertifikat halal itu bukan KEWAJIBAN.. tapi adalah salah satu IJTIHAD ulama.

      Gak ada keharusan mengurus sertifikat tersebut.

      Dan mungkin, selama birokrasi yang ribet, bakal males ngurusin sertifikat.

      jangan terjebak di sertifikat halal.

      Yang lebih utama malah adalah label haram, yang sampe sekarang gak pernah dikeluarin siapapun.

      ini jawaban dari ustadz Sarwat:
      https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=292316364159591&id=283106801747214

    • Mas Cel

      @Hidayat Febiansyah
      Memang bukan KEWAJIBAN, tapi itu menandakan itikad baik dalam berbisnis di tengah komunitas yg mayoritas muslim ini. Toh, resto2 besar lain sudah banyak yg mendapatkan sertifikasi halal MUI tsb.

      Birokrasi ribet ? Tidak lebih ribet daripada birokrasi memperoleh sertifikat ISO koq…

      Soal sertifikasi haram setuju2 aja, tapi yg saat ini ada ya baru sertifikat halal. Jadi mari dukung MUI, bukan malah ikut meragukannya apalagi mendiskreditkannya seperti yg diharapkan oleh musuh2 Islam agar ummat kehilangan kepercayaan kepada ulama2 nya

      • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

        relatif banget sih soal itikad baik.

        toh juga masih banyak resto lain yang tidak punya sertifikat halal:

        Bukan hanya Solaria yang dipermasalahkan kehalalannya. Setidaknya ada 15 resto kuliner yang belum memiliki sertifikat halal menurut ustadz Irfan Helmi anggota komisi fatwa MUI melalui status Facebook.

        J-Co Donuts
        Bread Talk Roti
        Roti Boy
        Papa Rons Pizza
        Izzi Pizza
        Baskin Robbins
        Richeese Keju
        Coffee Bean
        Dapur Coklat
        Starbucks Coffee
        Solaria,
        Hanamasa
        Rice Bowl
        Ded Bean
        Burger King

        http://www.kaskus.co.id/thread/5227e24040cb177779000002/15-restoran-ternama-tanpa-sertifikat-halal-mui/

        tidak lebih ribet dari ISO? anda sudah pernah?

        sertifikat halal MUI sudah membawa korban http://finance.detik.com/read/2013/09/02/170915/2347263/5/beli-80-gram-emas-di-gbi-ibu-rumah-tangga-ini-rugi-rp-215-juta

      • Mas Cel

        Makanya saya termasuk yg senang ketika ada berita bahwa Solaria berencana segera mengurus sertifikasi halal MUI. Bisa jadi itu mrpkan dampak pemberitaan negatif ttg mereka. Dan bisa jadi pula perusahaan2 besar lainnya segera mengikutinya jika khawatir terkena imbasnya. Kalo semua ngurus sertifikasi halal khan muslim juga yg untung, bisa makan tanpa perasaan was-was.. Jadi sangat mengherankan jika ada yg seolah2 tidak senang dengan sertifikasi halal MUI tsb

        Ya, saya pernah mengurusnya ketika bekerja di salah satu resto besar yg skrg sudah memiliki sertifikasi halal MUI. Jadi tidak benar jika ada yg memfitnah MUI mempersulit, ujung2nya duit, dsb. Mereka profesional & insyaAllah amanah

        Hehehe… MUI menjamin kehalalannya, bukan menjamin hasilnya (untung atau rugi). Itu wewenang instansi lain Bos, hahaha…

        • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

          metode investasi yang “selalu untung”.. itu jelas2 haram.. kan mustinya bagi hasil. Metode pontzi scheme itu haram, tapi kok masih aja dikasih label halal.

          silahkan kalau mau mengurus sertifikasi halal. Asal jangan berprasangka soal “itikad buruk” atau prasangka “haram”.

        • Mas Cel

          Berprasangka mgkn gak, tapi was-was sich iya. Jadi saya lebih memilih mendukung tekanan publik kpd pengusaha yg terlihat BELUM menunjukkan ‘itikad baik’ kpd komunitas muslim dari pada menjadi PEMBELA perusahaan yg belum jelas ‘itikad baik’ nya. Saya juga memilih mendahulukan berprasangka baik kepada ulama dari pada berprasangka baik kepada pengusaha yg belum jelas ‘itikad baik’ nya tsb :)

          • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

            kalau memang anda beritikad baik, anda harusnya berbicara secara pribadi dulu, atau mengajak secara personal dulu sebelum anda berkoar-koar di ruang publik.

            kerusakan yang anda lakukan pada suatu perusahaan bisa berdampak lama.. padahal hanya berdasar isu.

            tekanan publik dilakukan bila memang diperlukan, itupun kalau itikad anda baik.

          • Mas Cel

            Bicara secara pribadi ???
            Hehehe… saya bukan siapa2 Bos, bisa2 saya diusir ama satpamnya, hehehe… Entahlah kalo anda, mungkin lebih ‘dianggap’ dan ‘diperhatikan’ sama pengusaha2 besar itu :)

            Tabayyun secara pribadi itu tepat jika menyangkut urusan pribadi, sedangkan jika sudah menyangkut kemaslahatan ummat, ya dilakukan di ruang publik. Emangnya Solaria menawarkan dagangannya door to door ? Khan nggak, mereka jualan terbuka di ruang publik. Saya pun ikut menyebarkan berita ini bukan ngambil dari arrahmah.com, tapi sumber lain yg beritanya berimbang, ada bantahan dari Solaria. Jadi pembaca bisa menilai sendiri. Tujuannya bukan mendiskreditkan apalagi memfitnah, melainkan ‘menekan’ Solaria dan menyadarkan saudara2 seiman bahwa belum semua resto terjamin kehalalannya

            OK dech, thanks atas diskusinya

          • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

            karena anda bicara terus soal itikad, padahal komunikasi langsung dengan orangnya aja tidak pernah. Anda hanya berprasangka dan was2 tanpa solusi konstruktif.

            saya juga bukan siapa2, tapi anda bisa saja bersama LSM atau bersama organisasi lain, bukan sendiri. Coba bertanya langsung ke Solaria dan resto2 lain tersebut. Kalau mereka menolak, baru lah koar-koar.

            Sudah jelas, itikad anda tidak baik.

            soal jaminan halal.. hm.. yang dilabel halal pun bisa jadi tidak halal, semisal yang masak iseng2 masukin daging babi, tapi memang sih dosanya mungkin gugur karena sudah dijamin oleh MUI. Ujung2nya.. soal kepercayaan sama si pemilik resto..

          • Mas Cel

            Saya sebenarnya udah enggan menanggapi anda yg terlihat sangat membela Solaria dan berprasangka buruk terhadap MUI. Namun saya menghindari tuduhan langsung karena menyalahi etika berdiskusi. Tapi karena anda akhirnya secara tendensius menyebut bahwa saya beritikad tidak baik, maka saya merasa perlu untuk kembali menulis di sini bahwa anda adalah PEMBELA pengusaha kafir yg patut DIRAGUKAN ITIKAD BAIK nya karena tidak mau mengurus sertifikasi halal MUI. Anda memilih untuk berprasangka baik terhadap pengusaha kafir tapi BERPRASANGKA BURUK terhadap MUI (baca : ulama), ajaib !!!.

            Anda menyuruh saya menunjukkan itikad baik thd Solaria dg tabayyun langsung kpd mereka, tapi anda sendiri tidak menunjukkan itikad baik ketika berprasangka buruk thd MUI dengan tidak tabayyun thd beliau2 di MUI. Bukankah ini ciri2 munafik (tidak melakukan apa yg dikatakannya sendiri) ???

            Anda bilang saya hanya berprasangka tanpa solusi konstruktif ? Sudah jelas bahwa solusi yg saya inginkan adalah Solaria (dan resto2 lain) segera mengurus sertifikasi Halal, maka akan gugur segala tuduhan thd mereka di masa mendatang.

            Anda juga orang yg NAIF dan JAHIL dengan berandai2 tanpa ilmu. Semua jaminan sertifikasi (bukan cuma Halal dari MUI tapi juga ISO 9000, ISO 14.000, dll) terkait manajemen, mulai dari manajemen pembelian bahan baku, manajemen pengolahan, manajemen penyimpanan, dst… Sebaiknya anda banyak2 belajar bila ingin jadi PEMBELA pengusaha kafir supaya mereka tidak sia2 menggunakan jasa anda

          • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

            sudah cukup berkoar-koar?
            merasa lebih baikkah sekarang?

            okay..
            saya tidak dibayar siapa pun, saya hanya melakukan ini atas kegeraman atas ketidakadilan dan sangkakaan yang terjadi.

            dari awal, anda yang sudah merusak suasana diskusi dengan langsung menuding resto tsb tidak memiliki itikad baik.

            kalau dibilang munafik adalah tidak melakukan apa yang dikatakannya sendiri, anda pun munafik.

            jangan bawa2 kafir-islam di sini. Tangan anda terlalu kotor untuk dapat terlihat lebih islami.

            kalau anda sudah enggan, ya tidak usah dijawab. Mudah toh. Saya pun tidak mengharap jawaban anda.

            Dari awal saya hanya berprasangka soal birokrasi yang ribet, kalau ternyata tidak ribet.. ya bagus lah itu, semua hepi, dan anda sudah memberikan informasi yang berguna untuk yang lain. Selebihnya, saya masih percaya MUI, hanya saja perlu pengawasan lebih.. semua kan perlu diawasi. Bukan taqlid buta.

  • black

    mau pake minyak babi kek mau pake minyak rambut kek… yg pasti pelayanan SOlaria itu memuakkan! di Solaria manapun pasti makanan baru datang lebih dari sejam, entah supaya minuman kita habis dulu, atau supaya ketika makanan datang kita dalam kondisi sangat lapar sehingga makanannya terasa sangat enak??? atau memang gak modal??? apa punya kompor cuma satu???

    • http://hidayat.febiansyah.name/ Hidayat Febiansyah

      saya tidak bisa menanggapi dengan baik tentang komentar ini, karena topik bahasan kita bukan di pelayanan.
      saya pun hanya pernah makan di solaria dua kali.

  • Wisnu

    Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa
    suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan
    suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
    menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al-Hujuraat 6)

    MUI dan halalcorner.com menyatakan bahwa Solaria memang belum punya
    sertifikasi halal. Mengenai apakah produknya mengandung substansi haram
    atau tidak, MUI menyatakan tidak tahu (waktu itu saya juga langsung mengecek ke sekjen MUI [kebetulan kenal] dan ke halalcorner.com). Itu saja, jangan
    ditambah-tambahi. Meskipun demikian, sikap kehati-hatian lebih
    diutamakan. Lebih baik mencari tempat makan yang jelas kehalalannya.

    Di jaman sekarang, ketika berita simpang siur dapat kita peroleh dari mana
    saja (Internet, sosmed, bbm/sms, koran, atau media yg lain), kita harus
    mengedepankan sikap tabayun (cek & ricek) kebenaran suatu berita
    seperti diperintahkan Allah swt di atas. Jangan sampai kita menjadi
    penyebar fitnah/kebohongan tanpa kita sadari.

    Salut buat mas Hidayat Febiansyah.

  • dedy nugrahadi

    solaria yang saya tau (pasti) bukan resto waralaba dan yang jelas solaria adalah resto asli indonesia (local brand)

Categories

7ads6x98y
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE